Cewe aneh itu mengintip dari balik bukunya di bangku taman sekolah yang
menghadap ke lapang basket. seseorang yang bermain di lapang basket itu
bermain sangat cantik. para wanita memujanya dengan meneriakkan namanya.
tiba-tiba
"hayyooow" tak ada jawaban. lalu ernes melihat ke arah lapang basket itu.
"hmm, ryan lagi. gak ada bosennya ya elu ngeliatin dia. tiap hari ketemu juga"
"yee, biarin dong. dia kan pacar gue. lo kenapa ? sirik ?"
"haahaha ngapain gue sirik ? yah, emang sih elo berdua kalo pacaran
mesra. tapi, kalo ga ada orang tau kalian pacaran ya buat apa sirik ?"
"yah, elo si harusnya sirik. kan elu ga punya pacar. lagian elo juga ga pernah jatuh cinta gue rasa"
"kata siapa ? gue pernah jatuh cinta. malah gue sekarang lagi jatuh
cinta. lo ga kenal gue. jangan sok tau." lalu ernes lari meninggalkan
puri.
di atap sebuah gedung, ernes marah besar.
"puurii !!! kapan lo ngerti perasaan gue ? lo kejam sama gue rii,lo
kejam ! susah payah gue deketin loo nyari rau segala hal tentang elo.
tapi, lo ga pernah paham perasaan gue rii. gue cinta sama lo puri".
teriak ernes. hatinya hancur, karena ia menyadari bahwa puri tak
mengerti perasaannya yang selama ini mencintainya.
sore hari puri datang ke rumah ernes. ia ingin bertemudengan ernes.
ingin ngobrol dengan sahabatnya itu. tapi, ketika sampai disana ia
melihat rumah ernes sepi. yang ada hanya puma kucing kesayangannya
ernes. puri kecewa, tapi ia berkata
"mungkin ernes lagi ngunjungin oom erik dan tante nessa. kalo aku ganggunanti dia marah. sudah ahh aku pulang aja"
baru saja puri melajukan mobilnya, ernes turun dari taksi, ia berjalan
dengan langkah gontai. bahkan tak memedulikan puma. lalu ia masuk rumah
menguncu pintu, kemudian masuk kamar dan tertidur. ia tak mau memikirkan
apapun sekarang.
keesokan harinya di sekolah, puri menemui ernes.
"nes, hari ini loo maen dong ke rumah gue. mau ada ryan. tapi gue takut sama bunda. loo maen yaa ?"
"ga bisa. gue ada janji sama ratna"
lalu ernes pergi tanpa pamit. puri melongo, melihat ernes dan ratna naik
bus berdua.satu sisi ia bahagia karena ernes akhirnya jatuh cinta.
tapi, di sisi lain ia kaget akan sikap ernes yang dingin.
tak lama kemudian setelah kejadian itu. merembak kabar bahwa ratna dan
ernes jadian. karena itu hubungan antara ernes, puri dan ryan
merenggang. ernes sudah tak pernah lagi main ke rumah puri. akibatnya
puri jadi sering berantem dengan ryan.
"lo kenapa sih ? lo berubah, udah ga kocak kaya dulu. please rii, jangan
bikin gue khawatir. gue ini pacar elo, gue berhak tau apa yang terjadi
sama elo"
"gue juga ga tau apa yang terjadi. mungkin karena ernes punya pacar baru".
"hah ? sepenting itu ya dia dimata lo ? sampe kekhawatiran gue elo ga
perhatiin. rii, dia itu baru jadian, wajar dong lupa daratan. kaya kita
dulu" kata ryan menjelaskan pada pacarnya itu.
"iya gue tau itu yan, tapi ..."
"udahlah. ga usah dipikirin. selama ini semua masih wajar kita biarin
aja. kita kan punya urusan masing-masing sayang. jadi jangan diganggu"
kata ryan yang saat itu sangat menghibur puri. sehingga puri tak lagi
memikirkan masalah ini.
suatu siang di sekolah. puri menghampiri ernes.
"nes liat. frame kacamata baru. dibeliin ryan lho. haha kemaren gue
jalan-jalan sama dia. eh ternyata dia ngajak gue keoptik dan beli frame
kacamata baru. oooohh ... so sweet banget deh pokoknya pacar gue itu"
"udah ceritanya ? kalo udah , gue mau pergi. makan sama ratna" kata ernes sangat dingin.
sakit sekali hati puri mendengarnya. dia sudah tak tahan lagi dengan sikap ernes.
"nes, lo kenapa sih ? gue punya salah apa sama lo ? sampe lo kaya gini
sama gue. ngomong dong nes ! gue ga tahan kalo harus diginiin sama
sahabat gue sendiri !"
air mata puri udh ga bisa dibendung lagi. ia menangis. tersedu-sedu.
namun, ernes hanya menatapnya sedih. ia ingin sekali memeluk puri, cewe
yang sangat dicintainya itu. tapi ketika ia akan memeluknya. datanglah
ryan. memeluk puri dan membawanya pergi. sambil berkata pada ernes.
"LOO MASIH PUNYA URUSAN SAMA GUEE !!!!!"
sejak kejadian itu ernes tak pernah masuk sekolah. seharii.. dua hari ...
sampai seminggu kemudian ....
"ini ga mungkin ryan. dia ga mungkin ninggalin gue."
"sabar sayang. sekarang ayokita ke rumahnya" ajak ryan. membopong tubuh mungil puri yang lemah karena kaget.
di rumah ernes hanya ada tokoh warga, warga sekitar, guru-guru serta
teman-teman. orang tue ernes adalah anak tunggal sehingga tak memiliki
saudara. dan mereka telah meninggal sejak ernes balita. dan ernes
dikirim ke panti asuhan. setelah dewasa, ernes diambil oleh bekas
pembantu tante nessa dan oom erik, orangtua ernes. dan sejak pembantunya
meninggal, akhirnya ernes benar-benar sebatang kara.
puri langsungmenghampiri jasad ernes.
"kenapa harus kaya gini nes ? kenapa harus di saat kita pecah ?"
"sayang udah. ikhlasin dia. biarin dia tenang. kamu harus berdoa agar dia diterima disisi tuhan yang maha kuasa.
ernes selesai dimakamkan. puri begitu lemas. hatinya hancur. hingga tak
ada lagi air mata yang bisa ia keluarkan. tapi, ia terkejut. ketika
tiba- tiba ada ratna menghampirinya.
"rii, gue minta maap sama lo. gue ngebohongin lo".
"bohong apa na ?"
"sebenernya ...."
kemudian lama mereka bicara. sekarang terungkaplah semuanya sekarang.
ratna bukan pacar ernes. tapi, dia teman kecil ernes waktu di panti
asuhan. ratna disini karena dia harus merawat ernes yang sakit. ernes
terjangkit kancer tulang. ernes meninggal karena penyakititu.
"satu hal lagi yang harus lo tau ri, selama gue disini. dia selalu
menangis kalo ada hal yang berhubungan sama lo. dia juga selalu bilang.
dia akan selalu hidup selamanya demi puri. rasa cinta yang dimiliki dia
buat lo itu besar bnanget."
"cinta ??? apa maksudnya na ?"
"cinta rii, lo inget waktu dia terakhir sekolah ? kalian berantem kan ?
nah pas pulang ke rumah. dia ga mau makan. ga mau minum. karena dia liat
lo nangis. dia merasa bersalah rii."
"ta tuhan ernes, kenapa lo ga pernah cerita sama gue "
"dan rii, yang paling menyakitkan adalah, sebelum dia meninggal dia
nunggu elo. dia bilang lo sama dia punya ikatan batin. dia pasti datang.
dan ketika dia benar-benar meninggal. dia tetap nungguin lo"
kemudian puri duduk bersimpuh dilantai
"maafin gue nes, andai gue tau ini semua. pasti ini ga akan kaya gini"
lalu ryan memeluk puri dengan erat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar